MAKALAH SOSIAL DASAR
Oleh :
LUCKY SYAFNANDO
54412254
Kelas : 1IA10
UNIVERSITAS GUNADARMA
KATA PENGANTAR
Puji syukur
kita panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta
karunia-Nya kepada kita semua sehingga tersusunlah makalah ini yang
alhamdulillah tepat pada waktunya yang berjudul “Interaksi Manusia sebagai Makhluk Sosial”.
Makalah ini
berisikan tentang informasi Pengertian Manusia sebagai Makhluk Individu,
Manusia sebagai makhluk sosial, serta hubungan antar manusia dan budaya dan
bagaimana terjadinya Interaksi Sosial di masyarakat. Diharapkan Makalah ini
dapat memberikan informasi kepada kita semua tentang Manusia dan Interaksi
sosialnya.
Saya
menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik
dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu diharapkan demi
kesempurnaan makalah ini.
Akhir kata,
saya sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam
penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa
meridhai segala usaha kita. Amin.
Depok, 14 November 2012
Penyusun
BAB I
PENDAHULUAN
Manusia sebagai makhluk Tuhan adalah
makhluk pribadi sekaligus makhluk sosial, susila, dan religius. Sifat kodrati
manusia sebagai makhluk pribadi, sosial, susila, dan religii harus dikembangkan
secara seimbang, selaras, dan serasi. Perlu disadari bahwa manusia hanya
mempunyai arti dalam kaitannya dengan manusia lain dalam masyarakat. Manusia
mempunyai arti hidup secara layak jika ada diantara manusia lainnya. Tanpa ada
manusia lain atau tanpa hidup bermasyarakat, seseorang tidak dapat
menyelenggarakan hidupnya dengan baik.
Dalam kehidupan sehari-hari kita
tidak lepas dari pengaruh orang lain. Kehidupan di sekitar kita sangat berperan
penting dalam membentuk kepribadian suatu individu. Kita tidak bisa seenaknya
melakukan hal-hal menurut keinginan kita sendiri itu karena kita adalah makhluk
sosial. Makhluk yang membutuhkan bantuan dari orang lain. Hidup tanpa bantuan
dari orang lain tidak akan bisa berjalan dengan baik dan tidak akan bisa
tercapai. Sering kita lihat dan mungkin kita alami betapa sulitnya kita tanpa ada
teman yang bisa membantu dan menemani kita, kita tidak akan bisa berinteraksi
dan bersosialisasi. Makhluk individu dan makhluk sosial sangat berkaitan erat
dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, betapa pentingnya peranan
masyarakat di sekitar kita. Melihat dari masalah itu penulis mencoba untuk
membahas tentang kehidupan individu dan makhluk sosial dan cara serta hal-hal
yang yang menyebabkan terjadinya masalah yang terjadi dalam kehidupan individu
dan makhluk sosiaL.
Tidak terlepas dari hal ini semoga
makalah ini bisa membantu kesulitan teman-teman dalam menghadapi kehidupan di
sekitar sehingga kehidupan yang aman dan tentram bisa terciptakan dan
terjadinya interaksi sosial dengan baik.
BAB II
PEMBAHASAN
1. Manusia Sebagai Makhluk Individu
Individu berasal dari kata in dan
devided. Dalam Bahasa Inggris in salah satunya mengandung pengertian tidak,
sedangkan devided artinya terbagi. Jadi individu artinya tidak terbagi, atau
satu kesatuan. Dalam bahasa latin individu berasal dari kata individium yang
berarti yang tak terbagi, jadi merupakan suatu sebutan yang dapat dipakai untuk
menyatakan suatu kesatuan yang paling kecil dan tak terbatas.
Manusia sebagai makhluk individu
memiliki unsur jasmani dan rohani, unsur fisik dan psikis, unsur raga dan jiwa.
Seseorang dikatakan sebagai manusia individu manakala unsur-unsur tersebut
menyatu dalam dirinya. Jika unsur tersebut sudah tidak menyatu lagi maka
seseorang tidak disebut sebagai individu. Dalam diri individu ada unsur jasmani
dan rohaninya, atau ada unsur fisik dan psikisnya, atau ada unsur raga dan
jiwanya.
Dapat dikatakan bahwa terdapat 3
aspek yang melekat sebagai individu yaitu :
1. Aspek organik jasmaniah.
1. Aspek organik jasmaniah.
2. Aspek psikis rohaniah
3. Aspek sosial
Setiap manusia memiliki keunikan dan
ciri khas tersendiri, tidak ada manusia yang persis sama. Dari sekian banyak
manusia, ternyata masing-masing memiliki keunikan tersendiri. Seorang individu
adalah perpaduan antara faktor fenotip dan genotip. Faktor genotip adalah
faktor yang dibawa individu sejak lahir, ia merupakan faktor keturunan, dibawa
individu sejak lahir. Kalau seseorang individu memiliki ciri fisik atau
karakter sifat yang dibawa sejak lahir, ia juga memiliki ciri fisik dan
karakter atau sifat yang dipengaruhi oleh faktor lingkungan (faktor fenotip).
Faktor lingkungan (fenotip) ikut
berperan dalam pembentukan karakteristik yang khas dari seseorang. Istilah
lingkungan merujuk pada lingkungan fisik dan lingkungan sosial. Ligkungan fisik
seperti kondisi alam sekitarnya. Lingkungan sosial, merujuk pada lingkungan di
mana orang individu melakukan interaksi sosial. Kita melakukan interaksi sosial
dengan anggota keluarga, dengan teman, dan kelompok sosial yang lebih besar.
Karakteristik yang khas dari
seeorang dapat kita sebut dengan kepribadian. Setiap orang memiliki kepribadian
yang berbeda-beda yang dipengaruhi oleh faktor bawaan (genotip)dan faktor
lingkungan (fenotip) yang saling berinteraksi terus-menerus.
Menurut Nursid Sumaatmadja (2000),
kepribadian adalah keseluruhan perilaku individu yang merupakan hasil interaksi
antara potensi-potensi bio-psiko-fiskal (fisik dan psikis) yang terbawa sejak
lahir dengan rangkaian situasi lingkungan, yang terungkap pada tindakan dan
perbuatan serta reaksi mental psikologisnya jika mendapat rangsangan dari
lingkungan. Dia menyimpulkan bahwa faktor lingkungan (fenotip) ikut berperan
dalam pembentukan karakteristik yang khas dari seseorang.
Secara teoritis, pemahaman tentang
manusia dapat dilakukan dengan pendekatan sebagai berikut :
a. Materialisme Antropologis
Bahwa manusia adalah materi yang terdiri dari material
organis.
b. Materialisme Biologis
Manusia merupakan badan yang hidup dengan segala
pembawaan dan kegiatan badan di dalam dirinya.
c. Idealisme Antropologis
Manusia adalah makhluk yang memiliki unsur spiritual
intelektual yang secara intrinsik tergantung pada materi.
2. Manusia sebagai Makhluk Sosial
Menurut kodratnya manusia adalah
makhluk sosial atau makhluk bermasyarakat, selain itu juga diberikan yang
berupa akal pikiran yang berkembang serta dapat dikembangkan. Dalam hubungannya
dengan manusia sebagai makhluk sosial, manusia selalu hidup bersama dengan
manusia lainnya. Dorongan masyarakat yang dibina sejak lahir akan selalu
menampakan dirinya dalam berbagai bentuk, karena itu dengan sendirinya manusia
akan selalu bermasyarakat dalam kehidupannya. Manusia dikatakan sebagai makhluk
sosial, juga karena pada diri manusia ada dorongan dan kebutuhan untuk
berhubungan (interaksi) dengan orang lain, manusia juga tidak akan bisa hidup
sebagai manusia kalau tidak hidup di tengah-tengah manusia.
Tanpa bantuan manusia lainnya,
manusia tidak mungkin bisa berjalan dengan tegak. Dengan bantuan orang lain,
manusia bisa menggunakan tangan, bisa berkomunikasi atau bicara, dan bisa
mengembangkan seluruh potensi kemanusiaannya.
Dapat disimpulkan, bahwa manusia
dikatakan sebagai makhluk sosial, karena beberapa alasan, yaitu:
a. Manusia tunduk
pada aturan, norma sosial.
b. Perilaku manusia
mengaharapkan suatu penilain dari orang lain.
c. Manusia
memiliki kebutuhan untuk berinteraksi dengan orang lain
d. Potensi manusia akan
berkembang bila ia hidup di tengah-tengah manusia
3.
Karakteristik Manusia sebagai
Makhluk sosial
Telah berabad-abad konsep manusia
sebagai makhluk sosial itu ada yang menitik beratkan pada pengaruh masyarakat
yang berkuasa kepada individu. Dimana memiliki unsur-unsur keharusan biologis,
yang terdiri dari:
1. Dorongan untuk makan
2. Dorongan untuk mempertahankan diri
3. Dorongan untuk melangsungkan jenis
Dari tahapan di atas menggambarkan
bagaimana individu dalam perkembangannya sebagai seorang makhluk sosial dimana
antar individu merupakan satu komponen yang saling ketergantungan dan
membutuhkan. Sehingga komunikasi antar masyarakat ditentukan oleh peran oleh manusia
sebagai makhluk sosial.
Dalam perkembangannya manusia juga
mempunyai kecenderungan sosial untuk meniru dalam arti membentuk diri dengan
melihat kehidupan masyarakat yang terdiri dari :
1. penerimaan bentuk-bentuk kebudayaan, dimana manusia menerima bentuk-bentuk pembaharuan yang berasal dari luar sehingga dalam diri manusia terbentuk sebuah pengetahuan.
1. penerimaan bentuk-bentuk kebudayaan, dimana manusia menerima bentuk-bentuk pembaharuan yang berasal dari luar sehingga dalam diri manusia terbentuk sebuah pengetahuan.
2. penghematan tenaga, dimana ini adalah merupakan
tindakan meniru untuk tidak terlalu menggunakan banyak tenaga dari manusia
sehingga kinerja manusia dalam masyarakat bisa berjalan secara efektif dan
efisien.
Pada umumnya hasrat meniru itu kita
lihat paling jelas di dalam ikatan kelompok tetapi juga terjadi di dalam
kehidupan masyarakat secara luas. Dari gambaran di atas jelas bagaimana manusia
itu sendiri membutuhkan sebuah interaksi atau komunikasi untuk membentuk
dirinya sendiri malalui proses meniru. Sehingga secara jelas bahwa manusia itu
sendiri punya konsep sebagai makhluk sosial.
Yang menjadi ciri manusia dapat
dikatakan sebagai makhluk sosial adalah adanya suatu bentuk interaksi sosial
didalam hubungannya dengan makhluk sosial lainnya yang dimaksud adalah dengan
manusia satu dengan manusia yang lainnya. Secara garis besar faktor-faktor
personal yang mempengaruhi interaksi manusia terdiri dari tiga hal yakni :
a. Tekanan emosional. Ini sangat mempengaruhi bagaimana manusia berinteraksi satu sama lain.
b. Harga diri yang rendah. Ketika kondisi seseorang berada dalam kondisi manusia yang direndahkan maka akan memiliki hasrat yang tinggi untuk berhubungan dengan orang lain karena kondisi tersebut dimana orang yang direndahkan membutuhkan kasih sayang orang lain atau dukungan moral untuk membentuk kondisi seperti semula.
a. Tekanan emosional. Ini sangat mempengaruhi bagaimana manusia berinteraksi satu sama lain.
b. Harga diri yang rendah. Ketika kondisi seseorang berada dalam kondisi manusia yang direndahkan maka akan memiliki hasrat yang tinggi untuk berhubungan dengan orang lain karena kondisi tersebut dimana orang yang direndahkan membutuhkan kasih sayang orang lain atau dukungan moral untuk membentuk kondisi seperti semula.
c. Isolasi sosial. Orang yang terisolasi harus
melakukan interaksi dengan orang yang sepaham atau sepemikiran agar terbentuk
sebuah interaksi yang harmonis.
4.
Manusia sebagai Individu dan Makhluk
Sosial
Manusia adalah makhluk individu
sekaligus makhluk sosial. Disisi manapun (sebagai makhluk sosial atau
individu), ada pengaruh positif dan negatifnya.
a) Manusia dikatakan sebagai makhluk individu karena
setiap manusia tercipta dengan kepribadian, keunikan, serta kekurangan dan
kelebihan masing-masing sehingga setiap individu manusia berbeda-beda dan
memiliki ciri khas masing-masing.
b) Manusia dikatakan sebagai makhluk sosial karena
manusia tidak dapat hidup sendiri dan saling membutuhkan untuk dapat
melangsungkan hidupnya.
Kata kunci dari keberhasilan sebagai
makhluk sosial adalah memiliki tujuan luhur yang digalang bersama secara
disiplin dan mampu menahan diri, apabila terjadi benturan terhadap kepentingan
pribadi. Dengan cara itu, diharapkan mereka mampu menjalani hidup ini sebagai
makhluk sosial dan individu secara paripurna.
Dari konsep tersebut, maka manusia harus
mampu menempatkan diri dalam kedudukannya baik sebagai :
- Makhluk Individu, yang dibekali cipta, rasa, dan
karsa agar sanggup berdiri sendiri serta bertanggung jawab atas dirinya
sehingga disadari / tidak, manusia akan senantiasa berusaha mengembangkan
kemampuannya guna memenuhi berbagai kebutuhannya.
- Makhluk Sosial, di mana setiap manusia sebagai zoon
politicon ( binatang yang berakal pikir) selalu ingin bergaul dengan manusia
yang lain.
5.
Interaksi
Dasar Dari Proses Sosial
Kata interaksi berasal dari kata inter
dan action. Interaksi sosial adalah hubungan timbal balik saling
mempengaruhi antara individu, kelompok sosial, dan masyarakat.
Interaksi adalah proses di mana
orang-oarang berkomunikasi saling pengaruh mempengaruhi dala pikiran danb
tindakana. Seperti kita ketahui, bahwa manusia dalam kehidupan sehari-hari
tidaklah lepas dari hubungan satu dengan yang lain.
Interaksi sosial antar individu
terjadi manakala dua orang bertemu, interaksi dimulai: pada saat itu mereka
saling menegeur, berjabat tangan, saling berbicara, atau bahkan mungkin
berkelahi. Aktivitas-aktivitas semacam itu merupakan bentuk-bentuk dari
interaksi sosial.
Interaksi sosial terjadi dengan didasari oleh
faktor-faktor sebagai berikut :
a.
Imitasi adalah suatu proses peniruan atau meniru.
b.
Sugesti adalah suatu poroses di mana seorang individu menerima suatu cara
penglihatan atau peduman-pedoman tingkah laku orang lain tanpa dkritik terlebih
dahulu. Yang dimaksud sugesti di sini adalah pengaruh pysic, baik yang datang
dari dirinya sendiri maupuhn dari orang lain, yang pada umumnya diterima tanpa
adanya kritik. Arti sugesti dan imitasi dalam hubungannya, dengan interaksi
sosial adalaha hampir sama. Bedanya ialah bahwa imitasi orang yang satu
mengikuti salah satu dirinya, sedangkan pada sugesti seeorang memberikan
pandangan atau sikap dari dirinya, lalu diterima oleh orang lain di luarnya.
c.
Identifikasi dalam psikologi berarti dorongan untuk menjadi identi
(sama) dengan orang lain, baik secara lahiriah maupun batiniah.
d.
Simpati adalah perasaan tertariknya orang yang satu terhadap orang yang lain.
Simpati timbul tidak atas dasar logis rasional, melainkan berdasarkan penilain
perasaan seperti juga pada proses identifikasi.
6.
Klasifikasi
Interaksi Sosial
Bentuk-bentuk intraksi sosial dapat
berupa kerja sama (cooperation), persaingan (competition),
dan pertentangan (conflict). Suatu keadaan dapat dianggap sebagai
bentuk keempat dari interaksi sosial, keempat pokok dari interaksi sosial
tersebut tidak perlu merupakan kontinuitas dalam arti bahwa interaksi itu
dimulai dengan adanya kerja sama yang kemudian menjadi persaingan serta
memuncak menjadi pertiakain untuk akhirnya sampai pada akomodasi.
Gilin and Gilin pernah mengadakan
pertolongan yang lebih luas lagi. Menurut mereka ada dua macam pross sosial
yang timbul sebagaiu akibat adanya interaksi sosial, yaitu:
a.
Proses
Asosiatif, terbagi dalam tiga bentuk khusus yaitu akomodasi, asimilasi, dan
akulturasi.
b.
Proses
Disosiatif, mencakup persaingan yang meliputi “contravention” dan pertentangan
pertikain.
Adapun interaksi yang pokok
proses-proses adalah:
a.
Bentuk
Interaksi Asosiatif
Kerja sama (cooperation)
Kerja sama timbul karena orientasi
orang perorangan terhadap kelompoknya dan kelompok lainnya. Sehubungan dengan
pelaksanaan kerja sama ada tiga bentuk kerja sama, yaitu:
Ø Bargainng,
pelaksanaan perjanjian mengenai pertukaran barang dan jasa antara dua
organisasi atau lebih.
Ø Cooperation, proses
penerimaan unsur-unsur baru dalam kepemimpinan atau pelaksanaan politik dalam
suatu organisasi, sebagai salah satu carta untuk menghindari terjadinya
kegoncangan dalam stabilitas organisasi yang bersangkutan
Ø Coalition, kombinasi
antara dua organisasi atau lebih yang mempynyai tujuan yang sama.
Akomodasi (accomodation)
Adapun bentuk-bentuk akomodasi, di
antaranya:
Ø Coertion, yaitu suatu
bentuk akomodasi yang prosesnya dilaksanakan karena adanya paksaan.
Ø Compromise, suatu
bentuk akomodasi, di mana pihak yang terlibat masing-masing mengurangi
tuntutannya, agar tercapai suatu penyelesaian terhadap perselisihan yang ada.
Ø Arbiration, suatu cara
untuk mencapai compromise apabila pihak yang berhadapan tidak sanggup
untuk mencapainya sendiri
Ø Meditation, hampir
menyerupai arbiration diundang pihak ke tiga yang retial dalam persoalan
yang ada.
Ø Conciliation, suatu
usaha untuk mempertemukan keinginan pihak yang berselisih, bagi tercapainya
suatu tujuan bersama.
Ø Stelemate, merupakan
suatu akomodasi di mana pihak-pihak yang berkepentingan mempunyai yang
seimbang, berhenti pada titik tertentu dalam melakukan pertentangan.
Ø Adjudication¸ yaitu
perselisihan atau perkara di pengadilan.
b.
Bentuk
Interaksi Disosiatif
Persaingan (competition)
Persaingan adalah bentuk interaksi
yang dilakukan oleh individu atau kelompok yang bersaing untuk mendapatkan
keuntungan tertentu bagi dirinya dengan cara menarik perhatian atau mempertajam
prasangka yang telah ada tanpa mempergunakan kekerasan.
Kontraversi
(contaversion)
Kontraversi bentuk interaksi yang
berbeda antara persaingan dan pertentangan. Kontaversi ditandai oleh adanya
ketidakpastian terhadap diri seseorang, perasaan tidak suka yang
disembunyikannya dan kebencian terhadap kepribadian orang, akan tetapi
gejala-gejala tersebut tidak sampai menjadi pertentangan atau pertikaian.
Pertentangan
(conflict)
Pertentangan adalah suatu bentuk
interaksi antar individu atau kelompok sosial yang berusaha untuk mencapai
tujuannya dengan jalan menentang pihak lain disertai ancaman atau kekerasan.
Pertentangan memiliki bentuk khusus, antara lain: pertentangan pribadi,
pertentangan rasional, pertentangan kelas sosial, dan pertentanfan politik.
BAB III
PENUTUP
Manusia sebagai makhluk individu dan
sosial memiliki unsur jasmani dan rohani unsur raga dan jiwa. Manusia dikatakan
makhluk individu apabila unsur unsur tarsebut menyatu dalam dirinya. Sedangkan
manusia dikatakan sebagai makhluk sosial apabila di dalam hidup nya tidak bisa
melepaskan diri dari pengaruh manusia lain. Jadi, seorang manusia tidak bisa
hidup tanpa ada hubungan sosial antar masyarakat. Karena rasa tergantung suatu
individu kepada lingkungan sekitarnya maka terciptalah hubungan sosial antar
masyarakat.
Manusia dikatakan sebagai makhluk
sosial, juga karena pada diri manusia ada dorongan dan kebutuhan untuk
berhubungan (interaksi) dengan orang lain, manusia juga tidak akan bisa hidup
sebagai manusia kalau tidak hidup di tengah-tengah manusia.
Interaksi adalah proses di mana
orang-oarang berkomunikasi saling pengaruh mempengaruhi dala pikiran danb
tindakana. Seperti kita ketahui, bahwa manusia dalam kehidupan sehari-hari
tidaklah lepas dari hubungan satu dengan yang lain.
DAFTAR
PUSTAKA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar